Cyber
Posted by Fernando Bagas at Jumat, 31 Juli 2020
Budaya Siber
Apa itu Budaya Internet
Budaya internet atau Cyberculture adalah budaya yang telah muncul, atau muncul dari penggunaan jaringan komputer untuk komunikasi, hiburan dan bisnis. Budaya internet juga merupakan studi tentang fenomena sosial yang terkait dengan internet dan bentuk-bentuk lain dari komunikasi jaringan, seperti komunitas online, game multi-player online, jejaring sosial, pemanfaatan komputer dan aplikasi mobile internet. Mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan identitas, privasi dan pembentukan jaringan. Cyberculture menyangkut hubungan antar manusia, komputer dan kepribadian yang dilakukan di dunia maya.
Dilihat dari kajian komunikasi dan informasi teknologi, cyberculture dapat diidentifikasi sebagai salah satu kosakata yang paling sering dan fleksibel digunakan dan memiliki sedikit arti eksplisit. Secara umum merujuk kepada isu-isu budaya yang berhubungan dengan "topik-cyber" contohnya, cybernetik, komputerisasi, revolusi digital, cyborgisasi tubuh manusia, dan sebagainya.
Cyberculture dan Globalisasi
Peradaban lahir sebagai respon (tanggapan) manusia dengan segenap daya, upaya, akalnya, menaklukan dan mengelolah alam segala tantangan (challenge) untuk kelangsungan hidupnya. Perkembangan teknologi bertujuan untuk mempermudah kerja manusia, secara efesiensi dan produktivitas. Gejala-gejala perubahan dan pembaruhan peradaban masyarakat terjadi dengan adanya teknologi. Dalam buku The Third Wave, Alvin Tofler menyatakan bahwa perdaban umat manusia mengalami tiga gelombang, yaitu :
Gelombang I, peradaban teknologi pertanian berlangsung mulai 800 SM-1500 M.
Gelombang II, peradaban teknologi industri berlangsung mulai 1500-1970 M.
Gelombang III, peradaban informasi berlangsung mulai 1970 M- Sekarang.
Gelombang pertama dikenal dengan (the first wave) atau revolusi hijau. Dalam gelombnag ini manusia menemukan teknologi pertanian. Awal manusia berpindah-pindah untuk lahan pertanian guna mencukupi kebutuhannya, setelah ditemukan teknologi pertanian manusia bertempat tinggal disuatu tempat yang kemudian menumbuhkan desa.
Gelombang kedua yaitu revolusi industri yang berkembang di Negara-negara Barat. Awalnya di Inggris yang memulai revolusi industri. Masa ini dimulai dengan penemuan mesin uap dan kemudian ditemukan mesin elektro mekanik raksa mesin-mesin bergerak cepat. Mesin tersebut hanya menggantikan otot-otot manusia. Penggunaan mesin industri, mesin uap. Pemintal dan industri tambang telah memajukan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Eropa.
Gelombang ketiga merupakan revolusi informasi yang ditandai dengan munculnya teknologi yang dapat mempermudahkan manusia dalam berkomunikasi dalam berbagai bidang. Gelombang ketiga ini dikenal dengan sebutan the global village (kampung global) atau dapat disebut juga sebagai era peradaban informasi.
Kemajuan Teknologi informasi yang semakin pesat menimbulkan globalisasi. Globalisasi dalam hal ini memiliki sifat menyeluruh, diterima di seluruh belahan dunia manapun.Dalam era global hubungan antar manusia tidak terbatas, berkomunikasi dalam jarak jauh bisa ditempuh dengan cepat dan orang bisa berpindah-pindah dari Negara satu ke yang lainnya dengan cepat.
Globalisasi adalah perkembangan dalam bidang ekonomi, namun mempengaruhi transformasi masyarakat menuju cyberculture.Beberapa cirinya dapat diketahui sebagai berikut:
1) Perubahan dan konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti Telepon genggam, Televisi satelit, gadget, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi sangat cepat.
2) Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh Perusahaan multinasional dan dominasi organisasi.
3) Peningkatan interaksi cultural melalui perkembangan Media massa. Saat ini kita dapat mengkonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, contoh yang sangat tampak misalnya dalam bidang fashion, makanan, dan lain-lain.
4) Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Cyberculture di tengah masyarakat
Cyberculture di tengah masyarakat identik dengan budaya pencitraan dan makna yang setiap saat dipertukarkan dalam ruang interaksi simbolis, yang akhirnya akan menciptakan culture universal, seperti yang dimiliki oleh masyarakat nyata, yaitu:
- Peralatan dan perlengkapan hidup
Peralatan dan perlengkapan hidup masyarakat maya adalah teknologi informasi yang umumnya dikenal dengan mesin-mesin komputer dan mesin-mesin elektronik lain yang membantu kerja atau dibantu oleh mesin komputer.
- Mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi
Masyarakat maya memiliki mata pencaharian yang sangat menonjol dan spesifik dalam bentuk menjual jasa dengan sistem ekonomi substitusi
- Sistem kemasyarakatan
Sistem kemasyarakatan yang dikembangkan dalam masyarakat maya adalah dalam bentuk sistem kelompok jaringan baik intra maupun antarjaringan yang ada dalam masyarakat maya.
Cybercultur adalah gerakan sosial dan budaya yang terkait erat dengan teknologi informasi dan telekomunikasi. Cyberculture mulai berkembang antara tahun 1960 dan 1990. Perkembangan cyberculture dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi komunikasi berbasis internet atau lebih dikenal dengan information, communication, and technology (ICT). ICT telah menjadi bagian penting dari perkembangan cyberculture. Oleh karena itu seluruh elemen masyarakat di belahan dunia manapun banyak melakukan upaya untuk melakukan pengembangan komunitas berbasis inklusivitas terhadap dunia digital, yang dikenal dengan community literacy dan digital literacy.
Source :



0 komentar: